Thursday, April 7, 2011

Hei...




Hai..
Apa kabar? Masih suka pura-pura tidak menangis dengan pura-pura tertawa? Pura-pura sudah sembuh, sudah lupa, tapi kamu masih ingat jelas tanpa minum suplemen penambah daya ingat. pfft...
Aku dengar kamu menangis kalo  ga nangis ya melamun di jalan. Dia tau? =)) 


Apa karena sering kali janjinya masih kau simpan di dalam hati? masih percaya dia sayang kamu, dan menyimpan kamu di hatinya sebagai kesatu. Kesatu? Berarti pasti ada yang kedua kan? Setia tapi jangan bodoh sayang…

Kamu ga pernah bisa benar-benar marah kan, cuma ngambek sama dirimu sendiri kenapa bisa sesayang itu sama dia. Yaampun, berapa kali kamu ingkari janjimu sendiri buat enggak sayang lagi sama dia. Mungkin kamu berfikir kenapa kamu bisa ketemu lagi sama dia yang malah bikin kamu sakit hati begini. Hei… kamu jadi tau dia sebenarnya. Aku tau dia itu bagai teh manis yang menenangkan kamu yang biasa kamu minum pagi dan sore, tapi sekarang setelah begini, dia ga lebih dari teh yang udah penuh sama semut. Susah mau minumnya kan? Mau minum teh yang sudah banyak semut begitu?


Sebenarnya kamu mau membuka tanganmu hanya untuk mereka yang tak ragu menarikmu keluar  bukan? Kamu akan berusaha menggenggam tangannya walau kamu masih akan belajar. 
Tapi kamu tahu ini belum saatnya kamu bertemu sama dia. Melangkah setiap hari kedepan, pasti selangkah mendekat padanya. Kamu sekarang tugasnya belajar perbaiki dirimu sendiri dasar tukang ngambek! Suka ngabisin tisu! Kasihan bantalnya nemenin kamu, kamunya nangis terus. Sekali-kali pelukin guling sambil senyum. Oke sip? Sip!


Dear me…please.