Merasa gagal jadi seorang blogger. Hahahaha... terakhir
posting 2012. Pengen buat blog baru dengan tema baru, Tapi yasudahlah ga usah
malu, postingan yang sudah-sudah yang terlalu galau itu anggap saja sebuah fase.
Semua orang punya masa lalu. Nanti kalo kepengen memulai nulis dari nol lagi
mungkin ya buat lagi ya hehe. Melihat banyak temen blogger yang masih aktif
sampe sekarang bikin kepikiran buat ngeblog lagi. Pelan-pelan deh ya....semoga
bisa istiqomah xixixixi
Sabtu, 30 September 2017
Sabtu, 19 Mei 2012
disoriented
Menginginkan hal yang bukan untuk porsi saya. saya tidak
pernah tahu seberapa baik dan besar porsi saya untuk itu. dulu saya sering
merancau bukankah lebih baik saya merasakan bagaimana sebuah awal melewati
jalan kecil yang lalu kemudian dengan sendirinya saya menyingkirkan hal-hal buruk
yang saya temui dijalan hingga pada akhirnya saya menemukan jalan yang lebar,
jalan yang sering saya bayang-bayangkan tanpa lubang tanpa hambatan, namun jalan
bebas hambatanpun jika lengah disana bisa jadi membuat kita berhenti, berbalik,
atau jatuh sama sekali tidak bisa melanjutkan perjalanan ketika lalai.
Saya masih harus membuka jalan, kata ibu saya. saya
menemukan jalan kecil yang entah itu bisa disebut jalan atau bukan. Seharusnya itu
adalah jalan, tapi saya tidak pernah terfikir ternyata dijalan banyak sekali
hal yang bisa membuat kita mengurungkan perjalanan, seolah tidak mengijinkan
untuk laju, atau ada yang sengaja menusukkan duri untuk kepuasannya atau
pelampiasan sendiri.
saya menengok kebelakang, keinginan saya menemui cita-cita
hati saya, berbentur dengan hal yang pernah saya katakan, bukankan memulai hal
ini bisa membuat kita merasakan apa yang mereka rasakan, lalu dengan begitu
kamu akan belajar menghargai. Didepan ada yang bilang pada saya “ cita-cita
kamu harus fleksibel, jangan menjadi batu. Batu jika bertemu dengan batu akan
pecah jadilah seperti air, ketika dia bertemu hambatan atau batu dia mencari
jalan lain, bukan tidak mungkin kamu sedang dihindarkan dari hal yang tidak
baik”.
Bagaimana saya tahu
jalan saya baik atau tidak?? bagaimana jika batu yang saya temui itu ujian
saya, bukankah air bisa mengikis batu sedikit demi sedikit.
Saya ingin ada di jalan ini, mencoba konsisten dengan keputusan
saya, namun ada beberapa hal yang membuat saya urung karena berbeda dengan
prinsip saya. idealisme saya. tapi ketika saya berbelok dan membuka jalan baru
bukan tidak mungkin ada yang menghadang saya, sama seperti ini. tidak mudah.
Tapi bukankah manusia memang seperti itu, tidak akan pernah
tahu. Bukankah selalu ada Dzat yang selalu ada untuk memohon petunjuk, yang
selalu dekat, yang selalu akan memberi petunjuk jika kita mau memahami.
pict by we<3it
NM
Sabtu, 28 April 2012
menyimpan senja
Menikmati hening, sama dengan menyuguhkan hal-hal yang memang harus direnungkan.
Ini bukan pertama kalinya saya duduk diam sendirian
memandangi senja, tapi kemarin senja mempesona. Melipir sebentar, merasakan
nafas sejenak, mengambil beberapa gambar untuk saya bawa pulang kemarin sepulang
kerja. Saya bahagia ketika semesta masih berbaik hati menyuguhkan sesuatu yang indah.
Melihat anak-anak kecil bermain layang-layang dan mereka
berjalan, saya tidak menyangka mereka mendatangi saya
“mba ngapain mba di sini?”
“ga ngapa-ngapain…”
“terus mba mau kemana?
“ga kemana-mana juga, cuma mau liat-liat aja”
“oooh….”
Akhirnya mereka kembali bermain lagi
And so annoying, I found my cheek drenched in tears. fiuh...
I realize that, this life rotate like a roller coaster. I had
been through, rounds of fun and now i found my self without a soul, felt really
tired.
I feel disgusted with the circumstances that eventually led
to a fake smile and sincerity.
I miss my self , I miss sincerity and the smile that is really for me.
I miss acceptance of people,
unconditionally.
I miss acceptance of people,
unconditionally.
With it’s ups & downs, fake & sincerity, cloudy & sunny, happy with laughs, sadness with tears.
But, That is what life is like.
Keep your head to the sky and wipe
your tears girl…
you’ll find happiness, in time..., when you letting all flow is…
-Nanda Mayank
photo by me
Minggu, 15 April 2012
believe
Tentang keceriaan dan kesepian yang datang kepada saya
mengajarkan bahwa itulah jiwa yang harus seimbang.
Di mana kita menginjakan kaki dan di mana keinginan kadang
terlalu tinggi, jiwa harus belajar memahami, tidak semua yang kita harapkan selalu
akan muncul hanya beberapa cm di atas kepala, jika tidak apa atau siapa maka
akan ada gantinya, dan tugas kita hanya percaya.
photo by mauli
Time flies…
And my soul learned
just believe...
Langkah demi langkah, tidak melulu cepat melaju, butuh
waktu.
Dan kita saling menuju, bukan begitu…
NM
Senin, 02 April 2012
24
Telah menjalani angka 23, dengan
awal surat ini…,
surat dari mayank 22th. Ditulis penuh hati-hati pada harapan dan
doa. Saya menjalani fase meninggalkan dan menjalani hal baru. Pertemuan dan
perpisahaan pada teman dan tempat hingga sampai akhirnya di ujung, dan pada awal
pict weheartit
24. Saya fikir
saya harus merubah diri saya dalam beberapa hal, mungkin yang pertama adalah belajar
memaafkan apa yang telah terjadi di belakang. Beberapa kesalahan membentuk saya
sekarang, saya akhirnya tahu kebenaran. Saya dipertemukan dengan beberapa orang
dan kejadian pasti bukan untuk niat yang tidak baik. Tapi untuk belajar bahwa seringnya
kebetulan bukan berarti akan berjodoh, kebetulan adalah untuk memahami semua waktu
dan masa yang terjadi sudah terjadwal. Dengan siapa saya akan bertemu,
mengulurkan tangan lalu tersenyum. Bukan bertemu orang yang salah lalu kita
menyayanginya, tapi hidup adalah tentang pilihan, benar dan tidak. hidup adalah
memilih jalan. Kepada siapa kita setia, kesalahan atau kebenaran. Dan kedua
saya harus belajar banyak tentang mensyukuri. Harapan dan doa sebelum saya
bicarakan pada-Nya, Dia sudah tahu apa yang saya butuhkan.
Happy birthday self . . .
Thank’s GOD. . . subhanallah,
walhamdulillah...
Minggu, 01 April 2012
Menjelang Sore
Bersebelahan. Di
kursi panjang. Di depan kita meja dari sebuah gerobak berisi penuh makanan. Di
Angkringan. Sebelah stadion olahraga. Aku sengaja duduk di sebelahmu, karena
satu hal. Aku tidak mau menatap matamu. No, no, alasan itu sok romantic, sebab
yang tidak dipungkiri lagi karena memang cuma ada satu bangku. Ya, itu alasan
tepatnya. Kita mengamati beberapa hal, dan mendiskusikan banyak hal. Yang
teramati hanya stadion, tukang angkringan, dan makanan. Tapi yang kita
diskusikan bisa sampai kemana-mana. Mulai game kesukaanmu, pekerjaanku hari
ini, ikan sampai kucing yang kau pelihara, buku yang aku baca, dan
protesan-protesan kamu tentang hidupku (fiuuuh..) tapi aku menerimamu dan
segala protesanmu, aku suka itu.
Aku memesan kopi,
mengambil nasi. Nasi kucing. Sama kayak kamu. Suara gelas dan sendok tukang
angkringan saat membuat kopi menemani kita bicara. Kamu bilang, aku terlalu
banyak berinteraksi di satu ruang dari pagi sampai malam, begadang, lupa makan,
dan akan berakhir kata “sorry aku ga enak
badan” setiap kamu mengajak berbincang sebentar.
Aku bilang aku
harus mengejar semuanya, karena aku berada diantara orang-orang yang berlari,
tidak mungkin aku hanya diam diri. Tapi jika semua selesai, seperti sekarang
aku juga bisa kan nangkring lagi di sini sama kamu? Aku menyeruput kopi dan
kamu makan gorengan sambil tersenyum manggut-manggut.
Sambil mengambil
gorengan satu lagi, kamu bilang kamu menemukan ular, saat kamu main ke sawah.
Entah dari mana asalnya, kamu suka, kamu bawa pulang, kamu beri makan, kamu
pelihara sampai sekarang. Aku berhenti makan. “ya, ya, ya kamu takut dan geli sama kelas reptile, kita ganti kelas
pisces aja ya?” kamu bilang sambil ketawa-ketawa. “Besok aku bawain akuarium sama ikan koki, satu kuning, satu orange ya…buat
kamu..” sambil mengambil gelas kopi, kamu menyeruput, dan tatapanmu seolah
menanyakan “bagaimana? Kamu mau kan? Aku
tahu kamu juga kesepian di kostan”. Sial. Kamu tau rencanaku buat beli
akuarium dan pelihara ikan belum pernah kesampaian.
Aku meringis
pertanda mau banget. “dasar wanita ini” kau selalu bilang begitu saat aku
meringis dan mulai banyak bicara. Semakin sore, stadion semakin ramai, dan kita
harus pulang. Aku harus menjamah laporan-laporan yang ditugaskan padaku dan
kamu harus mencari makanan untuk reptilmu. Saatnya kita membayar makanan kita,
hal yang sering ditanyakan beberapa orang saat aku dan kamu makan. “Siapa yang
bayar??”. “Jelas kita”. “Caranya?” pertanyaan tambahan muncul. Mau makan di
angkringan, lesehan atau bahkan restoran. Tentu untuk makananku, aku akan
memberikan uangku dulu padanya, biar dia yang membayarnya, atau aku akan
mengganti setelahnya. Aku bukan seseorang yang perlu dia tanggung. Untuk
sekarang, dia cukup menanggung reptil dan ikan-ikannya saja. Iya kan… hehehe
Sengaja jalan
kaki menikmati udara sore yang jarang dilalui bersama. Kamu memasukkan tangan
ke saku jaketmu dan aku di sebelahmu menunjuk sana-sini seolah merancang sebuah
kota sambil banyak bicara. Tiba-tiba lengan sikumu memanggil lenganku lalu
menunjuk kecil ke arah guratan kuning langit senja. Kamu selalu tahu hal-hal
yang bisa buat aku diam, ternganga-nganga. "Jalan itu masih panjang, dan
yang kita tempuh baru beberapa langkah saja", katamu. “So… let me walk
with you”, kataku. Kamu tersenyum mengulurkan tangan dan berkata “take my hand,
I walk beside you, and I have so many things to see
with you”.
Dulu pernah di
pensiltanpawarna 2010 kangen aja…. : )
Minggu, 15 Januari 2012
Topeng
Berapa hari yang membuat saya menghabiskan waktu menikmati
hidup, menata rumah, membersihkannya, membuat kue, menanam bunga, ke toko buku,
kembali membacanya pagi hari dan di waktu-waktu luang saya. saya lebih banyak
bertemu senja, melihat langit, kupu-kupu, lalu bermain dengan anak kecil.
Menyenangkan.
Bahkan ketika saya menuliskan ini, apa yang sudah saya
lakukan, saya tidak menyangka saya melakukan hal ini. terkadang saya tidak sadar
apa yang saya lakukan begitu menyenangkan dan membahagiakan. Karena saya masih
menyimpan cita-cita yang ingin saya dapatkan. Walaupun saya sudah berusaha
melakukannya semua kembali ketika saya harus menunggu.
Tidak jarang saya harus memakai sepatu berhak tinggi jalan
kesana-kemari dan berhadapan dengan orang atau hal yang sebenarnya telah
mengecewakan saya, atau berhadapan dengan sesuatu yang baru yang mengesankan
lalu hal itu terjadi begitu cepat. Ini bukan saya. saya ada di antara
orang-orang yang mengerti apa yang dia mau, namun ternyata harus melakukan hal
yang lain. Saya mempunyai wajah namun saya masih harus mencari topeng.
Sebenarnya kamu inginkan sepatu yang nyaman bagimu , namun
dunia menuntut kamu harus menggunakan sepatu yang mempunyai fashion, sepatu yang
masuk peraturan, sepatu yang pantas.
Tapi hidup memang seperti itu, yang penting jangan berhenti, istirahat sejenak tidak apa.
*ini juga tulisan lama, baru sempat saya post.
Kamis, 22 Desember 2011
Mother’s day
source: weheartit
Pagi tadi pelan-pelan saya buka
kamar ibu, masuk mengambil tangan ibu memakaikan gelang yang saya bawa
mengecup, memeluk dan mencium tangan ibu. Bersandar di bahu ibu sambil memegang
tangannya, dan doa-doa ibu mengalir. Terimakasih ya Allah, terimakasih ibu
<3
Langganan:
Postingan (Atom)









