Sunday, April 25, 2010

Aku ada


Semenjak saya tak punya jendela untuk langsung menatap luar, jarang kutemukan bulan pucat pasi itu. Masih dalam ingatan saya, saya selalu menyempatkan diri melihat langit, dari warna bercahaya, biru dan putih itu. Lalu kembali lagi melihat senja menutup warna cahaya menjadi gelap. Lalu menjelang magrib saya akan menutup jendela dan tirainya. Itu harus saya lakukan, karena ibu saya tidak mengijinkan pintu dan jendela masih dalam keadaan terbuka saat magrib. Apalagi saat  dulu saya suka main, ibu saya pasti akan menegur saya “ini magrib mbak…mbok ya pulang lebih awal”. Jadi saya akan merasa bersalah jika saya pulang dan lampu-lampu neon putih dan kuning rumah dan tetangga saya sudah mulai dinyalakan. Semua pintu-pintu rumah dikompleks sudah tertutup  dan suara azan sudah berkumandang. Rasanya tidak pantas saya masih dijalan. Magrib memang waktunya orang untuk khusyuk.


Dari jendela kamar rumah saya di kampung. Sehabis isya. Biasanya saya buka tirai dan jendela lagi dan duduk disana. Warna juga sudah mulai beda. Nampak cahaya kerlap-kerlip bintang, biasanya saya langsung menghubungkan satu sama lain membentuk rasi.


Sejak dulu orang menyadari bahwa kemunculan bintang di langit malam selalu pada saat waktu dan kondisi yang sama, maka mereka menggunakan rasi bintang sebagai alat penunjuk arah dan waktu. Seperti bintang Waluku, adalah sebagai penanda mulainya masa tanam bagi para petani. Juga bintang Salib (layang-layang) sebagai penunjuk arah selatan, dan bintang Beruang Besar (atau Gayung besar) sebagai penunjuk arah Utara. Para pelaut hingga kini juga masih menggunakan bintang sebagai pemandu arah dan juga untuk menentukan posisi kapalnya. 

Dan ada cahaya terang yang bentuknya berubah-ubah setiap waktunya sendiri, berbentuk sabit, separuh lingkaran atau penuh. Semua wajahmu indah bagiku rembulan.
Langit mempunyai perhiasan dan pesan tersendiri. Sungguh Maha Besar KaryaNya. Sungguh tak pernah sia-sia ciptaanNya dan selalu istimewa. Indah…bukan?

Biasanya saya dulu menunggu bintang jatuh. Bintang jatuh itu memang indah. Sekali saya melihatnya. Pernah terbesit doa. Ahh anak muda, itu hanya lawatan alam, jangan kau kaitkan dengan doa-doa, itu hanya pantas kau panjatkan padaNya Sang Maha Kuasa.

Bintang menemani bulan dan bulan menemani bintang. Cerita alam yang banyak orang tau ada bulan dan ada bintang.

Serasa akan saling mengatakan
:
Aku ada. Aku masih tetap ada. Aku selalu ada.
Entah aku atau kamu yang datang lebih dulu
Tidak perlu saling menunggu
Kita saling tahu
Kita tercipta untuk berada disatu waktu
Malam

Aku diam bukan muram. kamu selalu bisa membaca diamku. Kamu tak membuatku meruntuhkan air mata tapi kau telah menyusutkannya dengan kata

:

Aku ada..
Buat kamu..


Kata-kata yang membuat ruang mungil hati kembali tenang, merefleksi dari sebuah kepedulian dan kasih sayang.



Tak ada jejakku disampingmu. Tidak ada siapa-siapa. Namun aku merasa kita melangkah bersama. Entah bagaimana bisa begitu. Bahasaku yang cuma rasa susah melekat pada kata. Tapi aku tahu apa yang kau tanya, dan aku tau jawabannya. Tinggal cara yang masih menjaga rahasia.

Aku selalu ada. Kedalam perasaan inilah engkau akan bermuara, Kedalam perasaan inilah engkau akan pulang dan bertemu aku lagi. Dan perasaan itu dapat engkau nikmati sekarang. Didalam hati.-Dee-

Cinta, duka, murka, air mata. Kau terima. Dititik yang sama kau selalu ada. Semoga kau juga merasa.

Bulan bintang bagiku romansa keindahan alam.



Yogyakarta 25April2010.Maiank.

15 comments:

eka said...

Biasanya saya dulu menunggu bintang jatuh. Bintang jatuh itu memang indah. Sekali saya melihatnya. Pernah terbesit doa. Ahh anak muda, itu hanya lawatan alam, jangan kau kaitkan dengan doa-doa, itu hanya pantas kau panjatkan padaNya Sang Maha Kuasa.

Itu benar sekali!
Saya suka ini, Mai...

andi and riesta said...

Aku blum pernah liat bintang jatuh...
Langit di malam hari memang indah...(kalo gak hujan..hehehe)

Mauren said...

Biasanya saya dulu menunggu bintang jatuh. Bintang jatuh itu memang indah. Sekali saya melihatnya. Pernah terbesit doa. Ahh anak muda, itu hanya lawatan alam, jangan kau kaitkan dengan doa-doa, itu hanya pantas kau panjatkan padaNya Sang Maha Kuasa.

daku juga suka sama yang ini :)

dv said...

ya..malam memang indah mai, apalagi klo dilengkapi bintang2..
beruntungnya kau meliahat bintang jatuh..aku beluumm >.<
*lain kali ksh tau aku yah klo bintangnya mo jatuh :p

deekkyy said...

aku pun ada di sini..hahaha
kunujungan pertama..
happy blogging for you...

deekkyy said...

makasi udah berkunjung..
salam kenal sesama blogger..
happy blogging

Seiri Hanako said...

kunjungan selepas makan siang..

hadidot said...

meminjam kata2 seorang filosof terkenal : i think,therefore i am

kalau diterjemahkan jadi : saya berpikir,karena itu saya hidup/ada

uci cigrey said...

kamu selalu bisa membaca diamku.

*aiiih

dimanakah kau anak muda, aku rindu :))
wah kebetulan mau liat bintang jatuh malah ngga ketiduran mai klo uciL

Alrezamittariq said...

setuju dek mai...maghrib paling tepat digunakan utk kumpul bersama keluarga, mengaji, membaca...kalo diluar rumah kata orang dulu sih pamali...hehehe

alhamdulillah baek...kmu gmn kbrnya?

richoyul said...

Tak ada jejakku disampingmu. Tidak ada siapa-siapa. Namun aku merasa kita melangkah bersama. Entah bagaimana bisa begitu. Bahasaku yang cuma rasa susah melekat pada kata. Tapi aku tahu apa yang kau tanya, dan aku tau jawabannya. Tinggal cara yang masih menjaga rahasia. dst........
bener2 keren yah kata2nya.......

Jazz Muhammad said...

wah ini terusannya yang ikhwan kemaren ya teh..?

hehe pis2

oya semoga keluarga teteh tetap sehat ya...

senja said...

teringat ucapan mama ku dulu,...bila magrib anak gadis tidak blh masih di luar rmh ^^

akhhh,....mama,rindu pasamu :)

* halo maiank...mksh untuk kmntrny,ayoo kita bersahabat ^_*

maiank said...

@All: makasi...comment balesannya langsung kunjungan balik aja kali ya...

salam sayang...semuanya...

asopusitemus said...

Ya....
Dia ada. :)