Monday, May 10, 2010

Dari mana asal?




Saya baru saja membaca tulisan seseorang yang mengaku dirinya dirinya tidak beriman pada agama manapun. Kemudian yang dia pertanyakan adalah tentang islam. Otomatis saya save dimemory saya karena saya ingin mencarinya juga. Karena saya juga tidak ingin dikatakan beriman jika hanya ikut-ikutan saja dan gak tau sebab musebabnya apa.



”Tuhan kami, janganlah jadikan kami (Sasaran) godaan  bagi orang tiada beriman. Dan Ampunilah kami, Tuhan. Sungguh, Kaulah yang maha Perkasa, Yang maha Bijaksana.”
-Q.S Al Mumtahanah (perempuan yang diuji) 60:5-

Dia mengatakan alangkah baiknya menunjukkan bukti atau dasar yang teruji secara ilmiah atau teruji secara sains apa yang mereka pertanyakan tersebut, dari pada berbicara macam-macam namun malah tidak menjawab pertanyaan. Itu benar. 
Mereka mempertanyakan kebenaran ini:Menurut segala penemuan yang ada berupa fosil, bagaimana mungkin kalau disebutkan manusia berasal dari tanah, dan kalau manusia terbuat dari tanah kenapa tanah-tanah yang ada sekarang tidak menjadi manusia, lalu sebenarnya manusia itu berasal dari tanah atau air mani?(mereka mempertanyakan manakah ayat yang benar)

" Bukankah dia dahulu setetes sperma yang dipancarkan "? [Al-Qur'an 75:37]
“…. Kami telah menjadikan kamu dari tanah, "[Al-Qur'an 22:5] 
" Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, ... ". [Al-Qur'an 25:54] 
Ya wajar saja karena manusia diberi akal, dan pasti akan menanyakan dari mana dia berasal. Baiklah mari kita bicara bukti berdasar sains seperti yang mereka inginkan.


 (grogi neh nulis pake ayat-ayat) uhuk-uhuk...
Bismillahir rohmanir rohiim..
Sebenarnya Ilmu Pengetahuan telah membuktikan bahwa Manusia diciptakan dari sperma, tanah dan air itu adalah benar
Yang pertama ingin saya tegaskan ayat-ayat yang dimaksud bukan merupakan kontradiksi tetapi Kontradistingsi.

Misalnya saja kita mengambil contoh
Ketika kita membuat secangkir teh, tentu saja akan membutuhkan air, tapi kita juga membutuhkan daun teh atau teh bubuk, celup. Kedua pernyataan tidak bertentangan karena keduanya, air dan daun teh dibutuhkan untuk membuat secangkir teh.

Dari tanah?
Kajian sains telah menunjukkan bahwa unsur kimia pada tubuh manusia terdiri dari unsur yang terdapat pada tanah. Nisbah unsur yang terdapat di dalam badan juga memberikan kesesuaian dalam sifat dan fungsi anggota setiap bagian manusia. Mari perhatikan ayat-ayat ini:
Pertama: 
Di surat Ar Rahman ayat 14: 
“Kholaqol insaana min shal-shaalin kal fakhkhaari
"Dia (Allah) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar)".
Yang dimaksudkan dengan kata "Shal-shal" di ayat ini ialah: Tanah kering atau setengah
kering yakni "Zat pembakar" atau Oksigen.
 Kedua:
Di ayat itu disebutkan juga kata "Fakhkhar" yang maksudnya ialah "Zat Arang" atau arbonium.
Ketiga: 
Di surat Al Hijr, ayat 28:
“wa idh qoola robbuka lil malaaikati innii khooliqumm basyaran min shal-shalin min hamaa-in masnuunin"

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah liat kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa)".

 Di ayat ini, tersebut juga "shal-shal" seperti di atas ya..., sedangkan kata "Hamaa-in" di ayat tersebut ialah "Zat Lemas" atau Nitrogenium.

Keempat:
Di surat As Sajadah ayat 7:
“……….wabada akhalqa insaani min thien
 "Dan (Allah) membuat manusia berasal daripada "tanah". 
Yang dimaksud dengan kata "thien" (tanah) di ayat ini ialah "Atom zat air" atau Hidrogenium.
Kelima:
Di Surat Ash Shaffaat ayat 11:
“……..innaa khaaloqnaahum min thien nil-laazib
"Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia daripada Tanah Liat". 
Yang dimaksud dengan kata "lazib" (tanah liat) di ayat ini ialah "Zat besi" atau ferrum zat-zat anorganis).

Keenam: 
Di Surat Ali Imran ayat 59:
“……….khaloqahu, min turaabin…….."
"...Dia (Allah) menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah engkau, lalu berbentuk manusia". 

Yang dimaksud dengan kata "turab" (tanah) di ayat ini ialah: "Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah" yang dinamai "zat-zat anorganis".

Ketujuh: Di surat Al Hijr ayat 29:
 “Faidhaa sawwaiituhu wanafakhtu fiihi min ruuhii…..“
"Maka setelah Aku (Allah)sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya"


Kemudian bersenyawa dengan
zat besi(Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan mangaan, yang disebut "laazib"(zat-zat anorganis)

"…Inna khalaqnaahum min thiinil laazibin"
dalam surat As Shafaat ayat 11.

Dalam proses  persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein.Inilah yang disebut "Turab" (zat-zat anorganis)

"… Khalaqahu min turaabin …"
surat Ali Imran ayat 59.

 Dengan berlangsungnya "Proteinisasi" menjelmakan "proses penggantian" yang disebut "Substitusi". Lalu menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga "sebab ujud" atau Causa Formatis. Adapun Sinar Cosmic itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya. Sampai di sinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam).

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (yang berasal dari) tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu (menjadi) nutfah (sperma, air mani yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian nutfah itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan dari segumpal daging itu kami jadikan tulang–belulang, lalu tulang–belulang itu kami bungkus dengan daging, kemudian dia (keseluruhannya) itu kami jadikan makhluk yang lain; (berbentuk) maka Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik.”   
QS. 23: 12,13,14
 
Jadi ayat-ayat Allah satu sama lain tidak saling berselisih. Alangkah indah jika sains disajikan islami yang bermakna dan dapat menghantarkan kita pada pemahaman dan menambah keimanan, dan mengakui keAgungannya berdasarkan dengan kandungan ayat-ayat Allah yang memang sebenarnya terbukti kebenarannya.
 "apapun kebaikan yang terjadi padamu, (Asalnya) dari Allah. Dan apapun yang buruk menimpa dirimu, asalnya dari dirimu."
-Q.S An Nissa (Wanita-Wanita) 4:79
Maiank yakin pasti sudah banyak yang lebih tau tentang hal/jawaban ini. Jadi Maaf jika banyak kesalahan dan kekurangan. Itu semua akibat kurangnya pengetahuan maiank sendiri.
Kontradiksi : Pernyataan, yang berlawanan atau bertentangan dan keduanya tidak saling mendukung.
Kontradistingsi : Pernyataan tentang dua hal yang berbeda atas objek yang sama tapi tidak bertentangan.
Senyawa anorganis : Senyawa yang dihasilkan oleh benda mati (kulit bumi atau udara)
Sinar cosmic : Radiasi dari partikel bermuatan berenergi tinggi yang berasal dari luar atmosfer Bumi. Sinar kosmik dapat berupa elektron, proton dan bahkan inti atom seperti besi atau yang lebih berat lagi. 
Protein: Protein adalah senyawa yang berperan untuk pembentukan segala kehidupan di muka bumi ini. Setiap organisme yang hidup, dimulai dari mikroba terkecil sampai dengan mahluk terbesar terbentuk dari protein. Protein berperan dalam proses kimia yang melangsungkan kehidupan melalui berbagai macam bentuk. Protein merupakan substansi terbesar kedua yang dimiliki oleh tubuh kita setelah air. 
Substitusi:proses pergantian
Causa Formatis: Proses pembentukan tubuh.

22 comments:

Dimas said...

yg kutau sih dari tanah ya, kan ada tu dari tanah kembali ke tanah...

Artikel Internet Online said...

ternyata ada penjelasan ilmiahnya juga toh, klo manusia berasal dari tanah....

asopusitemus said...

Alhamdulillah..... :)

sunarnosahlan said...

kalau pertanyaan yang seperti ini tak perlu dijawab dengan yang ilmiah, gunakan saja logika sederhana.
balikkan pertanyaan dimana letaknya akal, bisakah kita melihatnya? jika sesuatu harus berupa materi maka apakah berarti tidak berakal

maiank said...

@Dimas:bener mas....hehehe
makasi :)

@Artikel internet online:benar udah banyak kok yang tau...
makasi semoga bermanfaat :)

@asop:hem???
Alhamdulillah juga...
makasi :)

@bapak sunarnosahlan: benar bapak terima kasih, memang bisa dijawab sederhana seperti itu, tapi maiank hanya ingin menjawab sesuai apa yang dia harapkan saja (sesuai sains), agar tidak bertanya-tanya lagi. , bahwa kandungan Al Quran memang bisa dibuktikan secara ilmiah.ini untuk pembelajaran maiank juga...
terima kasih pak...nasihatnya :)

Lilah said...

Pencerahan yg sangat bagus mbak, dl sewaktu sekolah hanya diajarkan sebatas intinya saja, skr membaca detailnya jd lbh paham ttg kita manusia yg byk hinanya ini.

Kang Sugeng said...

penjelasannya detail bngt May.... yg penting ada keyakinan dalam hati kita dan sebaiknya kita jalani aja apa yg ada, manusia memang berasal dari tanah dan akan kembali lagi ke tanah

ieyaz said...

waww..sippp banget mbak postingannya... :D

jadi keinget sama pelajaran agama pas masih sekolah dulu...
hehee..

dv said...

waah..mantabs penjelasan dr mba maiank..jd lebih mengerti..tq for sharing mai :)

Clara said...

trims buat infonya untuk sekedar menambah pengetahuan

Jazz Muhammad said...

teh...kalau dicermati..kata-kata yang artinya tanah tu kan beda2

nah, yang aku tahu, dalam bahasa arab memang perbedaan itu menunjuk pada sesuatu yang berbeda..artinya bukan sekedar tanah saja artinya..

jadi buat kita sih belajar bahasa arab adalah salah satu jalan solusi. karena khazanah islma klasik termaktub dalam ahasa arab..

waduh berat juga jadinya komentar ini..

yasudah itu dulu teh.. makasih2 infonya

tapi yang jelas emang iman menghasilkan ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan akan menghasilkan iman.....

siroel said...

wah, bingung deh mau komen apa...
mantep bgt tulisannya.....

dwi wahyu arif nugroho said...

subhanallah :)

hadidot said...

menggelitik untuk panjang berkomen (seperti tulisannya yg juga panjang)

pertama2 kita mungkin udah tau,bahwa salah satu pakar ilmu2 fisika terkenal yaitu einstein pernah berkata : "Science without religion is lame, religion without science is blind" (ilmu tanpa agama itu lemah dan agama tanpa ilmu itu buta)

gak mungkin kan seorang berilmu pengetahuan luas bisa ngomong begitu? beliau ini masuk kategori jenius lho.

tapi biar bagaimanapun,sebenarnya ada ketidaksingkronan antara akal dan tauhid. si akal minta dijelaskan segala macam tentang penciptaan dan siapa penciptanya,padahal kemampuan akal itu terbatas. disinilah peran iman untuk menjembatani antara keduanya.

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah... (QS 2 :115)
dimanakah Allah? bukan mata lahir yg bisa melihatNYA tapi mata hati.

kita gak akan bisa membaca alquran dan menangis jika hanya memakai akal kita saja,tapi kalau kita gunakan hati,maka saya jamin kita akan menangis ,karena itu semuanya perlu dengan hati,dengan rasa,memahami Tuhan,bukan dengan akal pikiran saja.

"Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" (QS.AL-Araaf:203)
ada hal2 yg kita harus pikirkan dari penciptaan bumi dan kejadian2nya ,kemudian kita sadar bahwa hal itu diluar kemampuan nalar kita,maka kita memuji kebesaran Allah,karena keterbatasan kita dan kemahaagungan Allah.

Allah hanya bisa dirasakan hati bukan dengan akal pikiran saja,wallahualam :)

maiank said...

@mb Lilah:semoga memberi pencerahan bagi hati...tidak ingin ada maksud lain dari itu.
terima kasih mb :)

@kang sugeng:bener kang...yang penting yakin
makasi....:)

@ieyas:makasi sayang...:)

@mb dv:sama-sama jeng...hhehehee
makasi juga:)

@Clara: sama-sama clara...makasi juga ya sudah mampir...:)

@Jazz:setuju sama kamu jazz...makasiii yap :)

maiank said...

@siroel:mantep ayat-ayatNya..tulisannya biasa aja
makasi ya...:)

@mas dwi:Subhanallah ya mas Ayat-ayatNya yang mengajarkan kita
makasi :)

@kak didot:
huum setujuu

”Dia mengajarkan manusia apa yang belum ia ketahui” QS AL-Alaq 5

”Dan kami turunkan kepadamu Al Quran untuk menjelaskan segala hal sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang berserah diri” QS An Nahl:89

Dalam islam batasan mencari ilmu adalah orang islam harus menuntut ilmu yang berguna dan melarang mencari ilmu yang bahayanya lebih besar dari pada manfaatnya

Dengan Ayat-ayat Allah (AlQuran) kita mendapat petunjuk dan rahmat bagi hati. Mana mungkin Al quran bisa memberikan hidayah kepada manusia tanpa manusia membaca dan menghayatinya tanpa menggunakan hati.
Ibarat rambu-rambu lalu lintas agar pengendara bisa aman dijalan maka harus membaca dahulu, lalu memahami,dan kemudian menaati rambu-rambu tsb.

Mohon maaf jika banyak kekurangan ya kak. Tulisan ini bukan berarti untuk mengesampingkan hati untuk merasakan ke Maha Agungan Alloh. Sungguh. Hanya berniat menjelaskan Ayat-ayatNya kepada yang belum diketahui, agar Ayat-ayatNya bisa dipahami, dan berharap ayat-ayatNya bisa menjadi rahmat bagi hati. Amin...
makasi ya kakakku sayang... :)

Afif Logicprobe10 said...

nice, saya tersesat di blog yg menggugah.. Salam kenal,baru mampir :D

richoyul said...

Subhanallah ternyata memang semua hal ada dalam Alquran yah...... makasih maiank aku jadi lebih tau nih, sebelume blm gt tau

maiank said...

@Afif:makasi..
salam kenal juga :)

@Richo:sama-sama...
makasi ya pak prof hehehe :)

ahmedfikreatif said...

subhanallah..


jika dibacakan ayat-ayat Allah, maka hati orang yg beriman bergetar dan bertambah keimanannya

Elsa said...

maha benar Allah dengan segala firmannya

maiank said...

@mb Elsa:Subhanallah...ya mb :)
makasi mb sudah mampir :)