Rabu, 20 Januari 2010

Tamu dan Hadiah


TAMU DIA
 
Tengah malam dia bangun, mecuci muka. Mengambil botol orange juicenya lalu meminumnya yang hanya tinggal beberapa tegukan saja, lagi lalu menuangkan air putih pada gelasnya, meminumnya. Mengunci pintu kamarnya, memutar playlist Endelss love yang bisanya mampu membantunya tidur.
 
Tapi dia masih didepan benda kotak itu. Dibiarkanya ruangan itu hanya dapat cahaya dari luar, dan duduk memeluk lututnya. Diamnya lama, seperti sengaja membiarkan tamu masuk tanpa permisi, kenangan adalah teman lama yang datang malam ini. membuatnya bersimpuh dan tak ada tahan untuk meruntuhkan air mata. Sekarang dia merasa terlempar ketempat yang sangat jauh, tidak bisa memeluk orang-orang terkasihnya. Kedua tangannya menutup wajahnya, menghapus sedihnya.
 

Jumat, 15 Januari 2010

No soul






Saya sedang ingin sendiri, diruangan ini. Gelap memang. Tapi suasana ini yang mengerti saya, bahwa saya ingin sendiri. Beberapa saya memang melakukan kesalahan, fatal. Buat saya blank. Hidup emang ga bisa didikte, ga semua yang saya harapkan dapat dengan mudah saya capai. Seperti sekarang semuanya seperti tambah jauh, dan saya seperti tertinggal dan saya akan segera ditinggalkan. Saya berusaha lari mengejar itu semua, tapi semua itu terlihat semakin jauh dan waktu terasa semakin sempit. Ya Alloh saya tau ga ada yang lain tempat saya bersandar kecuali Engkau, ketika benar-benar merasa sendiri berada dititik terbawah seperti saat ini.

Kamis, 14 Januari 2010

Doa AhTong


 



“Besok ada kajian mai...mau ikut?”kakak kost ngajakin ikut kajian pas hari libur kemarin
Pikir saya ga papa iman lagi labil banget naik turun gak karuan, udah lama gak ikut kajian terakhir habis lebaran..parah banget..kenapa bukan jadi lebih baik. Jadi malamnya saya niatkan tidur cepat karna kajiannya pagi jam setengah tujuh, tapi insomnia tetep minta ditemani jadi ga bisa tidur juga. Alarm pasang dimana-mana, dan akhirnya saya bangun subuh dan buru-buru siap-siap.
Tancap gas, ternyata jalanan jogja sepi juga kalo libur pagi-pagi apalagi dingin banget. Sampai juga saya digerbang masjid pak ustad udah dateng dan udah mulai ceramah dan perasaan saya...

Minggu, 10 Januari 2010

cukup










Mematung. Aku menunggu sesuatu. Menunggu apakah aku mampu mengatakan sesuatu. Aku menatap. Memasuki hati yang perlahan-lahan ternyata menusuk. Ada yang mengerti betapa sukarnya menahan sakit remuknya hati?
Katanya Pasti hadiahnya adalah sepaket air mata


Melewati tempat tidak asing itu. Aku Mencerna waktu tahun-tahun lalu. Aku melihat lagi, ketika sosok itu mendekatiku. Aku memang tau dia duduk disana. Ingin mengatakan agar semuanya membaik. Agar wajah diam kita berhenti.


Jariku bergetar, susunan kata itu terobrak-abrik. Kamu mendekat, dan aku hanya terdiam, Beberapa detik seperti hilang.
..
Aku hanya melihat kosong …


Lalu
Tanganmu mengatup didadamu,
“maaf”
Pertemuaan yang membuat kita kembali tersenyum satu sama lain
Hingga kini..


terima kasih..
Tapi masih banyak yang belum kau  ketahui tentang tempat itu dan aku
Tapi sudahlah


Jumat, 08 Januari 2010

jalan kami hanya..




`

Makan soto diselingi pembicaraan tentang berita di Balairung press, bersama kakak kost. Tumben saya buka webnya, karna saya biasanya membaca korannya, ini karena salah seorang teman semalem sms ada gosip hot di Ugm. Langsung buka dan yang membuat saya tercengang tak habis-habis adalah berita itu adalah tentang teman lama saya. Dulu kami ada dalam satu departemen kastrat (kajian dan kebijakan strategis), Bem Ugm. Tapi kemudian kami keluar karena memilih jalur sendiri-sendiri, dia dengan partai yang dia buat, dan saya ingin fokus di Bem kampus saja.
Entah mau berpendapat bagaimana, karna saya masih terkaget, sangat. Selama melakukan pekerjaan saya menilai dia seseorang yang lebih banyak berbuat dari pada bicara (talk less do more) istilahnya. Saya belum bisa percaya sampai sekarang ada apa? dan kenapa?