Sunday, January 10, 2010

cukup










Mematung. Aku menunggu sesuatu. Menunggu apakah aku mampu mengatakan sesuatu. Aku menatap. Memasuki hati yang perlahan-lahan ternyata menusuk. Ada yang mengerti betapa sukarnya menahan sakit remuknya hati?
Katanya Pasti hadiahnya adalah sepaket air mata


Melewati tempat tidak asing itu. Aku Mencerna waktu tahun-tahun lalu. Aku melihat lagi, ketika sosok itu mendekatiku. Aku memang tau dia duduk disana. Ingin mengatakan agar semuanya membaik. Agar wajah diam kita berhenti.


Jariku bergetar, susunan kata itu terobrak-abrik. Kamu mendekat, dan aku hanya terdiam, Beberapa detik seperti hilang.
..
Aku hanya melihat kosong …


Lalu
Tanganmu mengatup didadamu,
“maaf”
Pertemuaan yang membuat kita kembali tersenyum satu sama lain
Hingga kini..


terima kasih..
Tapi masih banyak yang belum kau  ketahui tentang tempat itu dan aku
Tapi sudahlah


7 comments:

nnn said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Pohonku Sepi Sendiri said...

abis ada sebuah perjumpaan dgn seseorang mai? ato sekedar pertemuan dgn kenangan? hehe..

hadiah remuknya hati memang sepaket air mata mai.. tapi jgn lupa, ada sebuah jiwa tertempa di dalamnya.. utk semakin dewasa..

nice posting mai.. rangkaian katanya, aku suka.. :)

maiank said...

jatoh ni tersandung *mulai lebaaaiii

iyaa...perjumpaan dengan seseorang yang membuat ku bertemu lagi dengan kenangan....


:) makasi ya...sudah mampir..

insanitis37 said...

Lalu ???
Kenapa tak kau lanjutkan lagi?
Kenapa "Tapi sudahlah" kau jadikan penjara bagi jiwamu?
Bukankah kau ingin teriak?
Bukankah kau ingin mencecar ia yg berkata maaf???
Ataukah "tapi sudahlah" adalah bentuk kearifanmu??

naispum, sob....salam kenal!!

maiank said...

@Insanitis37:
tak pernah ingin menjadikannya penjara jiwa, dan bukan juga kearifanku

aku ingin...
teriak
mencecarnya
tapi aku juga tau itu tak mengubahnya

karna cuma satu yang bisa aku lakukan
membiarkannya pergi setelah maaf itu..
tidak bisa yng lain....

dan pasti ada nanti orang terbaik yang akan mengerti tempat itu dan aku..

salam kenal juga sob...

makasi yaaa...sudah mau mampir dan ngedrop komen... :)

Syifa Ahira said...

semestinya dirimu kuat
mempertahankan semua
jika kau mau, tak ada yang tak bisa
ketika kata maaf disusupi oleh keputusasaan
koyaknya sebuah cinta pun dimulai

Salam kenal sista..

maiank said...

mungkin ini yang terbaik mb, setelah beberapa lama mempertahankan...

*seperti cinta yang ditolak ya mb...?
hanya kesalah pahaman saja..

maksi ya mb...salam kenal...