Wednesday, January 20, 2010

Tamu dan Hadiah


TAMU DIA
 
Tengah malam dia bangun, mecuci muka. Mengambil botol orange juicenya lalu meminumnya yang hanya tinggal beberapa tegukan saja, lagi lalu menuangkan air putih pada gelasnya, meminumnya. Mengunci pintu kamarnya, memutar playlist Endelss love yang bisanya mampu membantunya tidur.
 
Tapi dia masih didepan benda kotak itu. Dibiarkanya ruangan itu hanya dapat cahaya dari luar, dan duduk memeluk lututnya. Diamnya lama, seperti sengaja membiarkan tamu masuk tanpa permisi, kenangan adalah teman lama yang datang malam ini. membuatnya bersimpuh dan tak ada tahan untuk meruntuhkan air mata. Sekarang dia merasa terlempar ketempat yang sangat jauh, tidak bisa memeluk orang-orang terkasihnya. Kedua tangannya menutup wajahnya, menghapus sedihnya.
 
Sela-sela air wajahnya, terlihat boneka hewan yang dia taruh diatas bukunya. Satu teman lama datang lagi. Membawa rasa. Rasa diam. Senang diam-diam. Sedih diam-diam. Teriak pun diam-diam. Siapa yang tahan seperti itu. Teringat seorang teman mengirimkan sebuah pesan singkat mengenai hewan itu, hewan tiga warna, hewan bersayap yang tak bisa terbang, hewan yang hidup dibelahan dunia paling dingin, hewan yang katanya paling setia dengan pasangannya, hewan yang membuatnya benar-benar jatuh cinta. Namun kenyataan tak lagi sama dengan harapan-harapannya. Tidak ada pilihan lain kecuali melawan rasa yang dirasakannya, mencoba lari dari cinta itu. Cinta berasa diam.
 
Dia beralih saja, menengadahkan kepalanya melihat langit-langit ruang itu, dia rindu bintang disebelah bulan. Bukan yang terang, tapi yang kecil sinarnya. Dia yakin banyak yang ingin
memiliki bintang terang itu, tapi bintang kecil itu, yang redup itu? Dia ingin memahami yang jarang terperhatikan, mungkin layak menggambarkan tentang dia, yang redup saja.

Dia baru tau orang yang dia anggap selalu ada itu, dengan biasanya bisa mengatakan “sayang” dan selalu melarutkan semua sedihnya dengan kepulan asap dari benda yang akan menjadi abu itu. Dia tidak bisa memungkiri betapa bencinya ia sekarang dengan orang itu Asap itu membuatnya sesak, orang itu bisa membunuh jiwa orang yang selalu ada itu, jiwanya sendiri, lalu hilang. Benda nestapa yang banyak orang rela mati untuknya.
 
Tamu terakhir membawa pada kenangan menghabiskan air mata untuk pria berkaca mata itu, yang kini dia anggap biasa-biasa saja. tapi dia tetap menangis. Waktunya banyak yang dia sumbangkan untuk pria itu, berusaha melogikakan cinta, logika yang sering bisa dihitung matematis. Dengan menghitung banyak lama hari dia mulai merasakan rasa seperti itu dan mengalikannya dengan menit dan detik. Angka-angkanya empiris dan tidak sedikit, tapi ada yang kurang, bagaimana dalamnya rasa? Dia berhenti, siapa yang bisa menghitung kedalaman rasa. Tak perlu dia memahami empirisnya rasa, karna keadaannya tetap sama kawan, rasa pria itu sudah dinikmati wanita lain, dia mundur, ...bukan karna wanita itu. Karna rasa itu terlalu berlebihan untuk seorang hamba.Banyak jawaban yang ingin kuketahui untuk memahami dia. Aku berharap bisa lebih mengenal dia, mengenal diriku sendiri untuk lebih mengenal Tuhanku.
 


 
~~~
HADIAH
Ucapan terima kasih untuk sahabat-sahabat baru atas pemberian awardnya
 (maaf baru diposting)

yang pertama
 Pemberi award pertama pada catatan maiank, nggak nyangka jadi tersanjung
Sekedar mengikuti syarat nieh, sebagai penerima award, maiank harus menaruh link atau berkunjung ke blog berikut:
1.Ica
2.Firman
3.Aban
4.Coretanku
5.Warna
6.Ordinary
7.Another
8.Agung aritanto
9.Moody ninneta
10.catatan maiank
 yang kedua...

 
dari dvynaangel 
Dvynaangel teman baru yang lucu..makasi ya ...sudah memberi hadiah ini...

yang ketiga 
 
dari mb syifa

Makasi sista...atas pemberian awardnya sungguh berarti buat maiank, jadi keluar dari persembunyian nieh

Award dirumah baru ini berkesan banget buat maiank

 terima kasih semuanya...

14 comments:

Bandit Pangaratto™ said...

Selamat buat awardnya, dan semoga semakin mengenal diri sendiri dan Tuhannya...

SAlam...

ninneta said...

Salam sobat, datang mempererat silaturahmi... maaf baru mampir lagi... kesehatan memburuk baru membaik... Semoga selalu dalam kebahagiaan...

Ninneta

Syifa Ahira said...

makasi ya mai.. ewodku udah dengan manisnya terpajang..

tetap semangatt sista
biarkan semuanya berlalu dibelakang
mulailah langah baru
karna Allah akan menuntunmu
dengan kasih sayang yang tak terbandingkan

maiank said...

@Bandit Pangaratto™ : amin..sama-sama makasi...makasi..bandit..


@ ninneta :amin...wah wah baru habis sakit ya mb...semoga setelah ini bisa lebih baik lagi menjaga kesehatan...ya mb..


@ mb syifa:iya makasi loh sista...hihihiii


Amin...
membuka semangat baru dihari yang baru,,,, ^^

eka wijayanti said...

Mai, tengah malam kok minum orange juice??? Sakit perut nanti.

maiank said...

@mb eka: wueeeheeeeheee ngabisin doank mb...takut mubazir...
Alhamdulillah ga sakit perut kok..mb hihihihii

dv said...

semoga tamu itu akan datang lagi tapi tidak u/ diam..

waa..selamat ya mba award nya..aku datang juga mo bawa award ni buat mba..diambil dan dipajang jg yaa..terimakasii :)

maiank said...

iyaaa aku ambiiil yaaa mb...makasi banyak....

hihihi...jadi tersandung..ups tersanjung

Pohonku Sepi Sendiri said...

kemaren malam, kenangan berbondong2 ke tempatmu ya mai? padahal di tempatku sedang dikejar2 loh ma rindu.. hihihi..

well, seperti itulah kenangan mai.. derita cinta tiada abisnya.. *patkay mode on* hahaha..

semangat ya mai.. :)

maiank said...

"cintaaa...deritanyaaaa tiada akhiiirrr"

itu mah kalo bertepuk sebelah tangan,

kalo tepuk 22 nya ya...
indah2 aja po... katanyaaaa ....

belum pernah sie...
hihihiii

Alil said...

berasa berat euy...

*sigh...

take a deep breath and keep goin'on would be the best...

ninneta said...

asiiikkk dah dipajang awardnya....

Pohonku Sepi Sendiri said...

kemana aja neh mai.. tumben blum apdet.. hehe..
oh iya, di tempatku juga ada award buatmu mai.. mohon sekiranya bersedia 'tuk menerima.. :)

maiank said...

@kak alil: siiaap kak...

@mb ninneta: hihihiii makasi...mb...

@pohon:oke.....ntar akuambil yaaach...