TAMU DIA
Tengah malam dia bangun, mecuci muka. Mengambil botol orange juicenya lalu meminumnya yang hanya tinggal beberapa tegukan saja, lagi lalu menuangkan air putih pada gelasnya, meminumnya. Mengunci pintu kamarnya, memutar playlist Endelss love yang bisanya mampu membantunya tidur.
Tapi dia masih didepan benda kotak itu. Dibiarkanya ruangan itu hanya dapat cahaya dari luar, dan duduk memeluk lututnya. Diamnya lama, seperti sengaja membiarkan tamu masuk tanpa permisi, kenangan adalah teman lama yang datang malam ini. membuatnya bersimpuh dan tak ada tahan untuk meruntuhkan air mata. Sekarang dia merasa terlempar ketempat yang sangat jauh, tidak bisa memeluk orang-orang terkasihnya. Kedua tangannya menutup wajahnya, menghapus sedihnya.