Sunday, October 9, 2011

bridesmaid bouquets

Pict: Here


Sesekali ketika termenung, saya menatap buket bunga yang saya bawa pulang dari pernikahan sahabat saya, saya memanggilnya Cece, walaupun nama itu jauh dari nama aslinya. Buket itu saya bawa setelah terbuang. Ada seseorang yang mendapatkan lalu melemparkannya sehingga rusak begitu saja. Lalu bunga-bunga tercecer dan yang masih utuh dipungut sebagian teman. Saya menatapi buket itu di sana, saya ambil. Karena sedari awal saya ingin buket itu. Bukan berarti saya menginginkan menjadi the next one. Tapi saya anggap itu adalah sebuah bagian penting yang dibawa sahabat saya ketika menikah. Saya mengambilnya dan memungut beberapa bunga dan menyusunnya kembali. Saya bawa pulang.


Ketika saya menatapinya, saya teringat cece, ketika dulu kami hampir 2 bulan tinggal bersama, teman satu kamar ketika tugas kuliah kerja nyata, sampai tugas itu selesai beberpa tahun yang lalu kami masih sering pergi bersama-sama, kami betah di foodcourt mall dari sebelum siang hingga sore hanya untuk ngobrol kesana-kemari tidak habis, kami lanjutkan di kos. Rasanya ketika saya melihat dia di pelaminan, tentu saya terharu bahagia, menangis bahagia. Sahabat saya menjejak hidup yang berbeda sekarang, melangkah karena ikatan suci, seperti hidup yang benar-benar baru.



Setelah saya kembali ke kost, Cece mengirimkan pesan singkat, hingga saya menulis ini.



Saya pembenci jarak yang jauh. Harus banyak yang dikorbankan untuk orang-orang tersayang. Beberapa sahabat saya di kampung halaman saya menikah dan saya tidak dapat hadir. Dulu saya dan sahabat-sahabat saya selalu bilang ketika kami masing-masing menikah, harus datang. Namun saya ingkar. Hal ini membuat saya sedih ketika berada di tempat saya ,diam sejenak di waktu yang sama ketika sahabat saya mengikat janji suci.



Rasa sayang, harapan di hati saya beserta doa ada untuk mereka, sahabat-sahabat saya.


<3

Mayank.




3 comments:

Syifa Azz said...

kalau mba mayank saja mau merawatnya kenapa si empunya membuangnya ya. hmm

uci cigrey said...

emang kenapa sih klo jadi next one :P
ngga mau apahhh?? :P

mayank said...

@syifa Azz: iya ga tau juga kenapa harus dibuang, makasi syifa sudah berkunjung :)

@ucil: mau tapi belum siap :p